Cullinary, Food, The Journey

3 Kuliner WAJIB saat Berkunjung ke Pontianak

Sesuai dengan janji Tukang Expose di artikel “PONTIANAK : Kota dengan Seribu Warung Kopi”, kali ini Tukang Expose akan membahas mengenai 3 kuliner WAJIB di Pontianak.

Yang membaca mohon untuk menyiapkan tissue terlebih dahulu ya. Atau biar lebih hemat, bisa juga menyiapkan ember guys. Hahahaha.

1.Nasi Ayam atau Nasi Campur

Nasi ayam atau di Jakarta dikenal juga dengan nama Nasi Campur. Dari namanya, kita akan berasumsi bahwa makanan satu ini identik dengan daging ayam. Akan tetapi, pada kenyataannya, makanan berat satu ini lebih banyak didominasi oleh daging babi, guys. Dari segi lauknya, bisa Tukang Expose bagi menjadi 80% adalah daging babi, yang terdiri dari daging samcan panggang, daging babi merah yang diiris tipis, kuanchiang atau yang juga dikenal dengan nama lapciong. Sisanya adalah 15% daging ayam, yang terdiri dari potongan ayam panggang dan ayam saus kental yang warnanya kecoklatan. Terakhir 5%nya adalah potongan kecil sayur asin, potongan telur bulat yang sudah dimasak dengan kecap dan potongan tipis timun.  Jadi, jangan terkecoh dengan namanya ya guys.

Warung makan yang menyediakan makanan nasi ayam ini biasanya mulai buka dari jam 8 pagi sampai dengan sore. Biasanya Tukang Expose menyantap makanan ini pada saat siang hari guys. Karena, untuk santapan sarapan sudah ada makanan yang lain guys.

Yang menjual makanan ini pun sudah terhitung menjamur di Pontianak. Hampir di setiap sudut jalan bisa kita temukan banyak warung menjual nasi ayam ini. Beberapa malah sudah dibuka dari generasi ke generasi, dan juga buka cabang di luar Pontianak. Misalnya adalah Nasi Ayam Akwang, Nasi Ayam A Kit, Nasi Campur A San, Nasi Campur A Fu dan masih banyak lagi.

Hampir semua warung nasi ayam yang disebutkan sudah pernah Tukang Expose icip. Sampai sekarang, Tukang Expose belum bisa membedakan mana yang enak banget dan mana yang kurang enak, semuanya terasa sama enaknya. Akan tetapi, kalau ditanya mana favorit Tukang Expose, sudah pasti adalah Nasi Ayam Akwang dan Nasi Ayam A Fu yang menjadi jagoannya Tukang Expose.

Katanya rasanya sama, tapi kok hanya dua itu saja yang dijagokan ?

Kalau Nasi Ayam Akwang, Tukang Expose suka dengan daging babi samcan panggangnya yang melimpah. Secara Tukang Expose pribadi memang pecinta makanan daging babi.

Sementara, untuk Nasi Ayam A Fu, bagi Tukang Expose, komposisinya memang yang palin PAS!! Tidak berlebih dan tidak kurang, pas di lidah, pas di perut, dan tentu saja pas di dompet alias nggak bikin kantong kering.

Seporsi nasi ayam ini biasanya juga akan ditemani dengan semangkuk kecil kuah kaldu ayam tambahan. Jika warung makannya tidak menyediakan, kita bisa request juga untuk kuah kaldu tambahannya. Pada dasarnya, dalam sepiring nasinya sendiri sudah disiram dua macam kuah guys, yakni kuah kaldu bening dan kuah kaldu yang kental. Kalau Tukang Expose sendiri kurang cocok dengan kuah yang kental, jadi Tukang Expose selalu request agar tidak disiramkan kuah kentalnya. Cukup kuah kaldu yang bening saja. Menyantap seporsi nasi ayam ini, paling mantap kalau ditemani dengan minuman segelas Es Liang Teh atau Es Sari Kacang Kedelai. Wuihhhh… Mantepppp pake banget guys.

Untuk harga seporsi nasi ayam ini cukup bervariatif guys. Mulai dari Rp.25.000,- sampai dengan Rp.40.000,-. Lain lagi jika kita ada request untuk tambah daging ini dan itu.

 

 

2. Bakmie atau Yam Mie

Makanan kedua yang menjadi favorit dan hukumnya WAJIB untuk disantap adalah Bakmie atau di Pontianak sendiri dikenal dengan nama Yam Mie. Yam Mie sendiri mempunyai arti, “yam” adalah jenis penyajiannya, yakni dimasak kering dan dicampur dengan berbagai macam kecap, minyak dan cuka. Sementara “mie” tentu saja berarti mie.

Untuk jenis penyajiannya sendiri ada dua macam, yaitu kering dan basah atau berkuah. Untuk yang basah, berarti setelah dicampur dengan berbagia macam kecap, minyak dan cuka, mie akan ditambahkan dengan kuah sampai mienya terendam. Kuahnya ini biasanya berasal dari rebusan tulang-tulang babi, atau disebut juga dengan kaldu babi.

Selain mie, juga ada pilihan lainnya seperti kwetiau. Tukang Expose pribadi lebih suka dengan mie-nya. Kenapa ? Karena mie yang disajikan di warung makan Yam Mie ini, berbeda dengan tekstur mie lainnya yang pernah Tukang Expose santap di kota lainnya. Mie-nya sangat tipis, kecil, legit dan kenyal guys.

Cita rasa dari Yam Mie ini bagi penduduk lokal Pontianak kebanyakan adalah, “makin kecut, makin enak”. Rasa kecutnya ini berasal dari cuka guys. Kadar kecutnya pun berbeda-beda bagi setiap orang. Sebenarnya, cuka ini sudah ditambahkan oleh tukang masaknya sebelum disajikan kepada pembelinya. Namun, jika terasa belum cukup kecut, masih bisa ditambahkan lagi sendiri sesuai selera. Diatas meja makan pun pasti tersedia juga berbagai kecap-kecapan, cuka, merica dan saus cabe. Pembeli tinggal mengkreasikan sendiri sesuai dengan selera masing-masing.

Pertama kali dikenalkan dengan kuliner ini, Tukang Expose merasa sangat tidak cocok karena rasa kecutnya. Bahkan, rekan Tukang Expose yang asli orang Pontianak merasa masih kurang kecut dan ditambahkan cuka lebih lagi. Sungguh salut!!!

Lantas bagaimana ceritanya Tukang Expose malah jadi suka dengan Yam Mie ? Jawabannya adalah, karena ada yang memberitahukan bahwa kita bisa request supaya tidak diberi cuka. Nahhh, sejak bisa request khusus seperti itulah Tukang Expose jadi tergila-gila dengan makanan ini.

Semangkuk Yam Mie ini biasanya disajikan dengan topping seperti potongan kecil daging babi yang dimasak dengan kecap, bakso ikan, olahan daging udang, olahan daging ikan, udang rebus, udang goreng tepung, pangsit babi rebus, dan pangsit goreng polos. Bahkan ada juga yang menyajikan dengan capit kepiting.

Untuk harga seporsi Yam Mie dengan porsi normalnya ada di kisaran Rp.25.000,- sampai dengan Rp.30.000,-. Untuk beberapa warung yang menyediakan pilihan tambahan capit kepiting, harga akan disesuaikan lagi dengan harga kepiting per kilo-nya di pasaran. Jadi, jangan malu untuk bertanya harga terlebih dahulu ya sebelum memesan makanan.

Tukang Expose paling favorit dengan Yam Mie Khek Tie yang ada di Jalan Dr. Setia Budi. Rasanya pas !!!

Selain Khek Tie, Tukang Expose juga memfavoritkan Yam Mie yang ada di Jalan Komplek Perumahan Batara 2. Harganya sungguh ramah di kantong guys. Satu porsinya hanya dibandrol Rp15.000,-. Dan ada tambahan krupuk babi-nya guys. Manteppp banget dehh !!

 

 

3. Bubur Babi

Hidangan ketiga yang menjadi daftar wajib Tukang Expose adalah bubur babi. Warung bubur babi ini buka dari subuh guys. Biasanya penikmat bubur babi adalah warga atau masyarakat yang baru selesai jalan subuh ataupun senam pagi bersama, orang tua yang sarapan bareng anaknya sebelum berangkat sekolah, dan juga ibu-ibu yang pulang berbelanja dari pasar.

Semangkuk bubur babi ini terdiri dari tentunya bubur dengan cincangan daging babi, sayur bayam atau sawi keriting, caisim asin, telur ceplok yang direbus dengan tingkat kematangan sesuai dengan request pembeli. Dan dengan pelengkap Cakwe goreng. Duhh, perut ini mulai berbunyi dan liur pun mulai tak tertahankan untuk mengalir keluar dari bibir.

Tukang Expose sudah mencoba setiap warung bubur babi yang dilewati selama berada di Pontianak. Yang bikin Tukang Expose tergila-gila sampai bela-belain bangun awal setiap pagi hanya ada satu warung guys. Nama warungnya adalah “Bubur Kanton” yang ada di Jalan Dr. Setia Budi. Lokasinya berseberangan dengan Warung “Yam Mie Khek Tie”.

Warung Bubur Kanton ini buka dari jam 5 subuh. Acek yang jualan bubur ini juga sangat identik. Beliau selalu berjualan dengan atasan singlet berwarna putih.

Seporsi bubur babi ini harganya Rp30.000,- guys. Ada rasa, ada kwalitas guys. Nggak percuma deh kita bayar mahal untuk semangkuk bubur babi ini.

Tukang Expose nggak bisa memberikan detail lebih banyak lagi, guys. Iler ini sudah membanjir dimana-mana. Yang penasaran, buruan pesan tiket pesawat dan cusss ke Pontianak deh.

Oh iya, sebum kelupaan, untuk makan bubur babi ini, kalian harus pintar-pintar berkreasi dengan kecap ikan dan merica guys. Tapi, jangan sampai kebanyakan kecap ikannya juga, karena kecap ikan ini rasanya cukup asin. Tidak semua orang cocok dengan aroma amis dari kecap ikan. Ckckck… Rasanya bubur babi-nya sedang memanggil-manggil untuk dilahap, tapi apa daya kami terpisahkan oleh darat dan lautan.

 

 

Nah, sudah 3 jenis kuliner yang selalu Tukang Expose santap setiap ke Pontianak guys. Pagi sarapan bubur babi, makan siang-nya nasi ayam, makan malam-nya yam mie. Di sela-sela waktu pun masih diisi dengan kuliner-kuliner ringan khas Pontianak lainnya. Kuliner-kuliner ringan ini juga akan Tukang Expose bahas di kesempatan lainnya ya.

Semoga ulasan ini bisa membantu pembaca-pembaca yang belum pernah atau baru mau bertandang ke Pontianak ya. Untuk urusan selera, setiap orang pasti berbeda-beda. Tukang Expose hanya memberikan penilaian sesuai dengan cita rasa Tukang Expose. Jika kalian ada masukan, saran atau pernah menikmati kuliner Pontianak lainnya yang enak, boleh dituliskan juga di kolom komentar dibawah ya guys. Tukang Expose berjanji untuk mencoba juga kuliner-kuliner yang kalian sarankan saat kunjungan ke Pontianak berikutnya. Atau mungkin kita bisa janjian untuk kuliner bareng juga guys.

Bagi yang belum pernah ke Pontianak, kalian mesti berkunjung kesana dan rasakan sendiri sensasi kulinernya. Dan juga setiap perayaan hari raya imlek cap go meh ada festival barongsai, naga dan tatung lho. Layak untuk disaksikan. Tapi ingat, mesti booking hotel dari jauh hari ya, kalau tidak mau kehabisan.

Sekian ulasan Tukang Expose kali ini..

Mari kita lestarikan kuliner lokal Indonesia!!

 

Leave a Reply