Coffee Time, Cullinary, Food, The Authentic, The Journey

PONTIANAK : Kota dengan seribu Warung Kopi

 

Kalau bicara kota Pontianak, pasti bakalan banyak ceritanya, mulai dari sejarah, budaya hingga kulinernya. Hampir setiap tahun Tukang Expose bertandang ke kota ini, banyak moment-moment yang tak bisa Tukang Expose lupakan dari kota ini, terutama kulinernya. Pontianak memang sorganya kuliner.

Yang akan Tukang Expose bahas di artikel ini adalah tentang Warung Kopinya. Jika Bali terkenal dengan istilah “Pulau dengan seribu Pura“, maka Tukang Expose akan memberikan istilah “Kota dengan seribu warung kopi” untuk Pontianak.

Hampir disetiap sudutnya terdapat warung kopi, dan rata-rata ramai dengan pengunjung, bahkan padat hingga meluber keluar. Mulai dari anak muda hingga orang tua, dari pekerja kantoran hingga pejabat daerah sekelas gubernur. Tidak ada lagi perbedaan sosial di dalam warung kopi. Semuanya menyatu karena segelas kopi. Minuman kopi yang ditawarkan pun bukan kopi instan dalam kemasan, akan tetapi diracik manual dari bubuk kopi alami.

Pertama kali Tukang Expose mengunjungi “Warung Kopi A Siang”, yang ternyata adalah warung kopi  legenda di Pontianak. Lokasi warung kopinya ada di Jalan Merapi. Jangan berharap untuk dapat memarkirkan kendaraan dengan mudah di warung kopi ini. Karena memang jalanan yang tidak terlalu luas dan warung kopi yang selalu ramai pengunjung.

A Siang sendiri adalah nama dari pemilik warung kopi, yang juga sekaligus peracik minuman kopi. Biasanya anak muda memanggil beliau dengan panggilan “a Cek” yang artinya paman. Penampilan aCek juga cukup nyentrik, beliau selalu meracik kopi tanpa mengenakan baju, alias telanjang dada. Jadi, ketika kita membicarakan tentang warung kopi satu ini, orang akan bertanya kembali dengan pertanyaan yang sama, yaitu “Ohh, warung kopi yang a Cek-nya nggak pakai baju kan ?”

Awalnya, Tukang Expose sedikit malas untuk mengunjungi WK. A Siang guys, karena memang warungnya kecil dan penuh dengan pengunjung, belum lagi dengan asap rokok dari pengunjung-pengunjung lainnya. Tetapi, karena rasa penasaran “se-legenda apa sih warung kopi ini sampai sebegitu ramainya ?” akhirnya pun Tukang Expose membulatkan perut ( ealahhh… maksudnya membulatkan tekad, tapi apa daya kondisi perut jauh lebih bulat daripada tekat ) untuk mencoba menikmati minuman kopi di warung ini.

WK. A Siang ini menyajikan 2 pilihan minuman kopi, yaitu Kopi Hitam dan Kopi Susu. Bagi pengunjung yang tidak bisa atau tidak suka minum kopi pun tersedia minuman lainnya seperti Teh Es, Liang Teh, air mineral dll. Tidak hanya minuman, di WK ini pun menyiapkan banyak jenis roti-roti dan kue-kue tradisional rumahan sebagai teman menyeruput kopi. Wahh.. Lengkap ya.. Tukang Expose selalu memesan Kopi Susu, karena memang hanya kopi susu yang menjadi minuman favorit dari Tukang Expose.

Meskipun warungnya selalu ramai dan penuh, pengunjung tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menikmati segelas kopi. Tidak sampai 5 menit, minuman sesuai pesanan sudah tersaji diatas meja. Kopi susu yang Tukang Expose pesan pun tersajikan dalam keadaan hangat, jadi tanpa harus menunggu lama, sudah bisa langsung diseruput. Dari seruputan pertama hingga tetes terakhir, sungguh nikmat guys, kopi susunya mantap.

Sebelum kelupaan guys, A Cek ini meracik minuman kopi-nya sudah tanpa menggunakan sendok ataupun gelas takaran. Seolah-olah jiwa beliau sudah menyatu dengan minuman kopi, feel nya sudah tidak perlu diragukan. Dan setiap kali Tukang Expose kemari, minuman kopi susunya selalu sama nikmatnya, tidak kurang dan tidak lebih. PASSSSS !!!

Warung Kopi A Siang ini buka dari subuh sampai dengan sore saja guys. Untuk harga segelas kopi susu hanya merogoh Rp.9.000,- dari kocek. Cukup terjangkau kan ? Dengan harga sekian, kita sudah bisa menikmati segelas kopi susu dengan kualitas yang tidak kalah enaknya dengan minuman-minuman kopi brand terkenal.

 

Selanjutnya Tukang Expose berpindah ke warung kopi lainnya. Adalah Warung Kopi AMING. Lokasi warung kopi ini tidak terlalu jauh dari Warung Kopi A Siang. Lokasinya ada di Jalan Haji Abbas. Dari sisi jumlah kunjungan, jelas WK AMING ini lebih ramai, karena bukanya 24 jam. Tempatnya lebih luas dan parkiran lebih memadai.

Sama seperti WK A Siang,nama WK AMING sendiri juga diambil dari nama pemiliknya, yakni A Ming.

Kunjungan Bpk. President Joko Widodo di WK AMING

Dari segi penyajian, Warung Kopi AMING ini menambahkan biji kopi ke dalam minuman Kopi Susu yang saya pesan.Ini pertama kalinya Tukang Expose mendapatkan penyajian kopi seperti ini. Dari informasi yang Tukang Expose peroleh, penambahan biji kopi ini dimaksudkan agar aroma minuman kopi lebih kuat saat kita menyeruput kopi. Bahkan, ada beberapa orang yang juga mengunyah biji kopi didalam cangkir tersebut.

Untuk saat ini WK Aming sendiri sudah mulai merambah mall, yaitu di TransMart Pontianak. Selain menyajikan minuman kopi langsung, WK AMING ini juga menjual bubuk kopi yang mereka olah sendiri. Mulai dari kemasan 100gr, 250gr, 500gr hingga 1kg. Biasanya bubuk kopi ini dijadikan sebagai oleh-oleh khas dari Pontianak.

Untuk menilai kedua warung kopi ini agak susah bagi Tukang Expose, karena masing-masing mempunyai nilai tambahnya sendiri-sendiri. WK AMING lebih kuat di branding ( mulai merambah ke mall dan menjual kemasan kopi bubuk tersendiri ) dan fasilitas jaringan Wi-Fi. Sementara untuk WK A Siang tetap mempertahankan cita rasa otentik dan mempunyai daya tarik tersendiri. Semua kembali lagi kepada selera masing-masing penikmat kopi. Bagi Tukang Expose sendiri lebih cocok dengan minuman kopi susu di WK A Siang.

 

Selain dua warung kopi yang Tukang Expose bahas, masih ada banyak warung kopi lainnya. Rata-rata menyajikan cita rasa kopi susu yang lumayan enak guys.

Di Pontianak lah, pertama kalinya Tukang Expose mengerti seni dan kenikmatan minum kopi. Minum kopi bukan sekedar untuk menghilangkan rasa ngantuk, ternyata juga nikmat dinikmati sambil sekedar ngobrol ataupun bertukar pikiran dengan teman. Yang Tukang Expose perhatikan setiap ngopi di warung kopi adalah rata-rata pengunjung memesan segelas kopi / kopi susu, asyik bercengkrama bersama teman atau rekan kerja, sambil melahap cemilan kue atau roti tradisional.

Oh iya, masih ada satu misteri yang tidak terpecahkan, setiap kali berkunjung ke Pontianak, Tukang Expose tidak pernah lupa membeli kopi bubuk untuk dibawa pulang ke Bali. Hanya saja, berkali-kali Tukang Expose coba untuk meracik kopi susu seperti taste kopi susu A Siang, tidak pernah berhasil. Jangankan berhasil guys, mendekati saja tidak. Padahal, susu kental manis yang digunakan sudah sama, penyeduhan juga menggunakan air panas mendidih. Tukang Expose mulai berpikir, “apakah memang harus telanjang dada juga ya saat menyeduhnya ?”. Hahahahah…

 

Sekian dulu ulasan Tukang Expose tentang warung kopi di Pontianak. Selajutnya akan kita bahas tentang kuliner Pontianak lainnya. Ada Nasi Ayam, Bak Mie, Bubur Babi, dll. Duhh, membayangkannya saja sudah membuat liur ini menetes.

 

Salam hangat dari kopi susu !! Mari kita bangkitkan kuliner lokal Indonesia !!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply